Follow by Email

Sabtu, 01 September 2012

Budidaya Semut Rang" (Kroto)

Semut rangrang adalah serangga eusosial (sosial sejati), dan kehidupan koloninya sangat tergantung pada keberadaan pohon (arboreal). Mereka membuat sarang yang terbuat dari lembar-lembar daun yang mula-mula saling direkatkan oleh semut-semut pekerja, kemudian diperkuat dengan sutra yang dikeluarkan oleh larvanya. Di dalam sarang dapat ditemukan ratu semut yang berwarna hijau muda kemerah-merahan, dan ribuan semut pekerja berukuran besar (disebut “maksima”) dan berukuran kecil (disebut “minima”). Pekerja maksima bertugas untuk mencari pakan, mempertahankan dan mengelola sarang, dan memperbesar koloni, sedangkan pekerja minima bertugas mengasuh semut-semut muda, dan sekaligus beternak serangga-serangga simbion, misalnya kutu perisai. Perilaku “beternak” ini sering mengkuatirkan petani, karena hal ini berarti juga memelihara “hama potensial” pada tanaman budidaya.
Semut rangrang tidak mengumpulkan pakan di dalam sarangnya, tetapi mendapatkan pakan dengan cara “memerah” cairan manis dari kutu-kutuan atau larva kupu-kupu lycaenid, kemudian membagikannya pada larva di dalam sarang.( Nugroho Susetya Putra-majalah serangga )
Semut rangrang dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut prajurit ,semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
Memulai Ternak Kroto antara lain yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut :

Siapkan Mental. Persiapan mental yang paling utama karena akan mempengaruhi proses beternak kroto berkenaan dengan berhasil tidaknya kelak kemudian hari.

Secara garis besar setelah mental / pola pikir tercipta adalah mulai lakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Persiapan Tempat / Kandang Ternak-Tangkar
  2. Siapkan Alat-alat 
  3. Berburu Semut Rang-rang
  4. Karantina
  5. Pemindahan Ke Kandang Tangkar
  6. Pemeliharaan
  7. Nikmati Hasil
A.    PERSIAPAN TEMPAT
Mempersiapkan tempat untuk beternak kroto / menangkarkan semut rangrang sebenarnya tidak begitu sulit, tapi perlu di ingat,, ada hal-hal yang perlu anda hindari. Hal-hal apa saja sih...yang perlu di hindari :
  1. Jangan terkena sinar matahari secara terus menerus/ kontak langsung ( Dalam hal ini butuh atap kalau di pekarangan rumah )
  2. Usahakan tempatnya teduh, bersih dan media tidak bersentuhan langsung dengan perabot yang lain di sekitarnya. (Sirkulasi udara mohon di perhatikan )
  3. Usahakan rak / tempat media ternak - tangkar lebih dari satu. ( Jangan satu rak di pakai untuk banyak koloni yang pengambilannya berbeda tempat = Untuk meminimalisir berantem sesama semut )
  4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  5. Tempat ternak - tangkar bukan area lalu lintas penghuni rumah ( Dekat kamar mandi, dapur dan lain-lain)
  6. Bersihkan tempat dari semut merah kecil - kecil atau serangga pengganggu yang lain ( Akan kita bahas lebih mendalam nantinya )
  7. Jangan di lakukan satu toples satu nampan untuk mengisolir semut ( agar berhemat... gunakan rak dengan kaki utama saja yang di kasih nampan/kaleng bekas susu / wadah serupa )
  8. Kalau anda ada modal alangkah lebih baik buat rak model lemari yang bersaf / bertingkat seukuran toples/ wadah yang anda pakai jarak tingkat satu dengan tingkat yang lain . Yang lebih utama ada tutup seperti lemari. Jadi anda bisa memberi suasana gelap dan terang pada laskar kroto anda. Kenapa harus ada suasana terang dan gelap ? Terindikasi semut rangrang dalam perkembangbiakan suka tempat gelap ( kurang cahaya untuk sembunyikan kroto ), di samping juga insting alami untuk berlindung.
B.     Cara Membuat / Mempersiapkan Rak
Selamat malam semua...kebetulan saat menulis postingan kali ini tempat saya tidak ada matahari cuma bulan itupun hanya secuil.
Apa kabar anda semua...semoga baik-baik saja.

So....mari kita mulai membahas  Cara Membuat / Mempersiapkan Rak untuk negeri baru para Laskar Semut Rangrang kita.
Rak di dalam beternak semut rangrang penghasil kroto sangat vital peranannya. Kalau kita tidak mempertimbangkan sebelum membuat atau menyediakan ( bisa beli dan lain-lain ) akan berpengaruh di dalam perjalanan proses penangkaran. 

Kenapa bisa berpengaruh ? 
Jelas ada pengaruhnya dong....kita ambil contoh kasus kecil saja, pada awal beternak anda asal-asalan membuat / menyediakan rak. 
Misalnya rak anda hanya sebuah papan yang hanya di topang batu lalu di letakkan di atas nampan yang sudah di beri air. Betul rak tersebut bisa anda pakai untuk mengisolir laskar semut anda yang mencapai ribuan atau puluhan ribu personil, tapi apakah anda sadar jika terjadi kelalaian ( Human Error ) kecil saja bisa berakibat fatal. Contohnya anda lagi mengamati prilaku Si Semut..... tidak anda sadari sebelumnya ada satu yang menggigit anda dan reflek tangan anda bersinggungan dengan papan "PRAKKK". Bisa anda bayangkan apa yang terjadi selanjutnya.....?? Tumpah dech....ke lantai dan berhamburan ribuan semut kesana kemari. Anda akan di buat sibuk untuk mengembalikan keadaan.

Mencermati contoh kasus di atas yang sengaja saya besar-besarkan serta sedikit lebay kata anak ABG sekarang ( hehehehehe). Mari kita ambil sudut positifnya atau hikmah di balaik cerita lebay tersebut, bila memang ada yang beternak seperti contoh kasus di atas. ( Pastinya ada toh...!!! )

Makanya saya menghimbau kepada anda semua rekanku sekalian para peternak dan juga calon peternak semut rangrang penghasil kroto mari dari awal kita planning / kita rencanakan matang-matang meski hanya rak untuk meletakkan toples / media tangkar yang lain.

Apa perlu mewah rak yang harus kita pakai ??? jawabannya TIDAK HARUS. Apa harus kuat raknya ??? YA..HARUS KUAT.
Kalau harus kuat berarti dari besi atau sejenisnya dong..???? Tidak harus dari besi atau sejenisnya. ( Tapi kalau bugjet dana ternak besar lebih baik )

Saya cerita pengalaman pribadi. Rak yang saya pakai hanya bale bambu ( eks. tempat tidur = maklum orang kampung ). Bale bambu tadi bagian atasnya saya beri anyaman bambu. Dia bagian keempat kakinya saya beri kaleng susu dan di isi air. Berjarak empat centi di atas kaleng saya balut kain bekas yang sudah saya celupkan minyak tanah di campur abu gosok eks pembakaran tungku. 40 toples berjajar rapi di atas bale tadi. dan di atasnya saya bisa membuat tempat lagi yang terbuat dari papan bekas di lapisi anyaman bambu. ( Kurang lebihnya seperti tempat tidur bertingkat )

Tips : Semut Rangrang sangat takut jika besentuhan dengan abu gosok sisa pembakaran kayu / sekam

Kenapa kok saya cerita rak yang saya pakai hanya bale bambu eks. tempat tidur orang kampung?? tidak lain hanya memberi gambaran kepada anda sekalian, bahwa dalam beternak semut rangrang penghasil kroto tidak harus mewah ( beli baru dll ) dari barang-barang bekas eks. perabot rumah tangga pun jadi.
C.    Persiapan Kandang Ternak - Tangkar
Kali ini akan membahas persiapan kandang ternak – tangkar.  Persiapan rak atau media yang fungsi serta kegunaannya sama dengan rak. Bisa berupa lemari yang di modifikasi, bisa juga rak yang terbuat dari plat besi / stainless steel yang di jual di toko-toko bahan bangunan...pun pula bisa dengan barang bekas rumah tangga seperti bale bambu eks. tempat tidur.
Jangan terpaku pada tingkat mewah / kualitas = mutu rak yang di pakai tapi perhitungkan juga kuantitas dari segi hitungan orang bisnis. Buat apa rak bagus terbuat dari bahan stainless steel kalau toh hasil perbulannya dari penjualan kroto tidak bisa mengembalikan modal. Alangkah lebih baik pakai bale bambu yang kusam ( tapi tingkat kekokohan menopang ribuan bahkan ratusan ribu laskar kroto terjamin ) serta menghasilkan pundi-pundi rupiah perbulannya.
Sekarang kita bahas tentang Tempat Kandang Ternak - Tangkar
Kandang ternak - tangkar dalam hal ini ruangan yang kita pakai / gunakan untuk mengisolir laskar kroto kita, bisa berupa ruangan yang sudah jadi / sudah ada... menyatu dengan rumah utama tempat tinggal kita. ( kamar kosong suatu misal ) atau membuat sendiri di belakang / samping rumah. Silahkan yang menurut anda baik dan aman yang mana. 
Kenapa harus aman ? dan tingat keamanan di lihat dari sudut pandang apa ? mari kita bedah satu demi satu.
Ruangan yang kita pakai harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
  1. Bukan area lalu lintas penghuni rumah. Biar tingkat ketenangan para laskar semut kita terjaga
Intinya tempat / ruangan ternak - tangkar tersebut BUKAN AREA LALU LINTAS seperti dekat kamar mandi dekat dapur yang rutinitas keseharianya selalu di lewati penghuni rumah. Karena insting semut rangrang sangat peka dengan suara. ( Mereka tidak mau di ganggu juga tidak mau mengganggu ). 
  1. Bersih. dalam hal ini bersih yang di maksud sirkulasi udara serta pancaran sinar matahari bisa masuk ke ruangan.
Poin kedua BERSIH. dalam hal ini sirkulasi udara baik keluar masuknya jadi kalau di dalam ruangan harus ada jendela. Karena semut rangrang memang menyukai udara bersih
  1. Terlindung dari terik matahari secara langsung juga terlindung dari guyuran air hujan. Dalam hal ini butuh atap kalau di luar ruangan rumah.
Point ketiga harus terlindung dari PANAS MATAHARI secara langsung juga terhindar dari terpaan AIR HUJAN.  Maka di butuhkan ATAP bagi anda yang sengaja meletakkan kandang ternak di luar ruangan rumah. 
Masalah atap juga tidak harus terbuat dari bahan-bahan mewah seperti genting, seng, asbes dan lain-lain. Bagi teman-teman di luar pulau jawa setahu saya dan yang memang tergabung di LKP. Laskar Kroto pakai atap yang terbuat daun nipah / daun sagu.Rekan- rekan di pulau Jawa pakai atap seng bekas beli di pengepul barang bekas.
  1. Kalau di dalam ruangan rumah harus  ada jendela ( point 2 )
  2. Tidak ada perabot yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau oleh semut.
Poin selanjutnya TIDAK ADA PERABOTAN yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau semut. Karena akan di pakai semut melarikan diri. Minimal jarak satu jengkal atau lebih kalau terpaksa anda campur dengan gudang barang-barang. Ingat semut rangrang adalah binatang pintar yang bisa melakukan bunuh diri sebagian untuk menyelamatkan banyak teman-temannya yang lain. Bisa juga membuat jembatan dengan sistim bergelantungan mengait satu dengan lainnya.

  1. Jauhkan dari bising dan jangkauan anak-anak
Dan poin terakhir jangan terlalu BISING. misal di sebelah kandang ternak ruangan anda. Dan anda memutar musik kencang-kencang. sangat berpengaruh di proses adaptasi serta perkembangbiakan semut tangkaran anda. Bagi yang punya si kecil tolong juga jangan sampai si kecil masuk ke ruangan tanpa pantauan anda. Tidak saya jelaskan akibatnya. Cuma anda akan di buat sibuk itu aja, bila si kecil menumpahkan satu toples.


Cara budidaya klangrang dengan media bambu di atas kolam
1.      Potong bambu sepanjang 40 cm
2.      Satukan beberapa potong bambu dengan kayu
3.      Letakkan bambu tersebut pada sebuah rak di atas kolam supaya semut tidak bisa pergi
4.      Kolam juga berfungsi agar semut tidak terganggu oleh semut hitam atau jenis lain.
5.      Pindahkan bibit semut klangrang bersama ratunya ke dalam bambu,
6.      Pakan berupa tulang-tulang hewan, bangkai, serangga,
7.      Tambahkan air gula, karena semua semut sangat membutuhkan rasa manis. 

Cara budidaya kroto dengan media toples plastik tempat roti
1.      Beberapa toples besar berdiameter 30 cm
2.      Tatakan pot berdiameter lebih dari 30 cm
3.      Lakban plastic
4.      Lobangi toples pada bagian bawahnya di tengah dengan diameter 3 cm
5.      Masukkan bibit klangrang dari alam dengan cara terbalik
6.      Masukkan dari bawah ke atas melalui lubang bagian bawah, klangrang akan mencari tempat yang tinggi
7.      Setelah masuk, baliklah toples, lakban tutupnya agar tidak lepas
8.      Tempatkan toples pada tatakan pot yang sudah diberi air
9.      Beri pemberat pada toples agar tidak mengapung




D.    Berburu Semut Rangrang
Kalau tempat / kandang ternak - tangkar sudah siap.Rak atau pengganti rak sudah tersedia. Dan peralatan memulai beternak semut rangrang penghasil kroto sudah ada, tinggal kita berburu semut rangrang cs di alam raya. Karena bibit untuk kita ternak/ tangkarkan GRATIS di sediakan di alam oleh Tuhan penguasa semesta alam. Pada point ini adalah point yang bisa di bilang bikin kita "was-was". Di sisi lain keinginan kita kuat sekali untuk memulai ternak, di lain sisi kita takut di gigit mesrah puluhan laskar semut prajurit. ( Hiiiiii...apalagi semut prajurit yang pantatnya hitam, kalau sudah menggigit sekalian dia kencing sambil nungging "creet"...pedissss..perihhhh.....gimana gitu rasanya.......hahahahahahaha).
Cerita ini bukan mau menakutin tetapi memang begitu adanya,, makanya sebelum berburu / mencari bibit semut rangrang perlu mempersiapkan perbekalan dulu. Dan apa-apa yang perlu anda siapkan atau di bawa saat berburu akan saya ulas pada postingan kali ini.


Sebelum di lanjut coba anda pahami dulu ulasan berikut ini :

Semut rangrang dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut prajurit ,semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
Sudah bisa mencerna maksud ulasan di atas. Bisa membedakan antara Koloni dan Sarang. Hal ini perlu saya luruskan di postingan kali ini karena seringkali teman-teman beda presepsi. Kurang benar dalam mengartikan arti sarang dan arti koloni dalam dunia "persemutan".
Sederhananya begini.....ada kebun pohon mahoni luasnya satu hektar. Di bagian pojok ada satu pohon mahoni terdapat empat sarang semut rangrang. Gabungan keempat sarang dalam satu pohon mahoni di pojok tadi di sebut koloni dalam scope/jangkauan kecil.
Dalam scope / jangkauan besar / luas gimana ???? Kebun mahoni tadi kan luasnya satu hektar..dan tidak mungkin cuma satu pohon mahoni saja yang di huni oleh semut rangrang, tetapi banyak pohon. Maka koloni dalam scope / jangkaun luas pada area kebun mahoni ini adalah Gabungan dari banyak sarang-sarang antara pohon mahoni satu dengan pohon mahoni lain yang terdapat di satu area kebun mahoni seluas satu hektar tadi yang membentuk satu kesatuan.

Kalau masih "njelimet" di sederhanakan lagi......

Intinya begini....kalau sedang berburu semut rangrang untuk kita ternak-tangkarkan, usahakan jangan mencampur semut rangrang yang berbeda wilayah / daerah / area/ tempat.

Satu tempat/ daerah/ wilayah = satu rak

Kenapa......???? Karena berbeda Koloni. Kenapa kalau beda koloni....??? Di kuatirkan tidak sepaham / tidak sehati dan di mungkinkan terjadi perkelahian...akibatnya banyak semut rangrang cs yang mati.

Ok...kawan di lanjutkan lagi ya.....!!!!!

Berarti apa saja yang kita siapkan dalam berburu :

1.      Survey tempat / wilayah / area
Apa kegunaan survey ini ?? yang jelas kita tahu jumlah yang akan kita boyong ke rumah. Dan juga kita mengetahui jumlah toples / media lain... untuk menampung dalam satu koloni scope / jangkauan besar dalam satu daerah hasil survey kita. Kita bisa meminimalisir kematian karena semut berkelahi.

2.      Jangan di ambil serentak / langsung antara sarang / koloni di daerah satu dengan daerah lain kecuali rak kita lebih dari satu. 

( Satu rak usahakan untuk satu koloni dalam scope/ jangkaun besar ) Pertanyaannya bagaimana kalau cuma sedikit yang kita peroleh dan rak masih lebar.
Bibit semut rangrang yang akan dimasukkan ke dalam tabung bambu tidak selalu dari satu koloni semut tetapi seringkali terdiri dari beberapa koloni semut. Jika semut-semut yang berlainan koloni ini dimasukkan jadi satu ke dalam tabung bambu maka akan berakibat pada kegagalan penangkaran karena semut-semut akan saling berkelahi dan bunuh membunuh.
Agar tidak terjadi hal demikian maka pakailah teknik menyatukan semut rangrang yang berbeda sarang/koloni sebagai berikut :
Cari segerombolan semut rangrang yang beda tempat/sarang/koloni, setelah kita dapat sarang semut beserta semut dan telurnya jangan langsung kita satukan sarang-sarang tersebut dikarenakan akan mengakibatkan berantem, tetapi kita ambil dulu krotonya atau telur semutnya, jangan sampai induknya terbawa karena akan mati akibat berantem,terus telurnya kita simpan dulu di dalam tempat yang aman dan teduh misalnya mangkok atau yang sejenisnya.
Lalu kita tempatkan di deket tabung bambu yang sudah berisi,setelah beberapa saat semut-semut yang ada pasti membawa telur itu kesarangnya,telur telur itu dianggap telur dari sarangnya sendiri padahal telur itu dari sarang yang beda tempat. setelah beberapa hari telur itu menetas dan menjadi induk, nah setelah sekitar 1-2 mingguan baru kita bisa nyatukan induk induk semut dari beda sarang itu,Insya Allah semut tidak akan berantem seperti yang pernah kita ketahui.

3.      Harus ada yang menemani kita pada saat berburu.

Fungsi dan kegunaannya untuk membantu kita dalam mengambil sarang nantinya, ingat semut rangrang ini agresif. Harus cepat kita bergerak kalau tidak ingin di gigit. Makanya harus ada teman dan kita bisa berbagi tugas.

4.      Bawa ember besar,sarung tangan karet,tepung tapioka, abu gosok bekas pembakaran, sabit, pisau atau gunting taman. ( Silahkan anda cari sendiri enaknya pakai alat apa untuk operasionalnya )

Fungsi abu gosok = Hanya untuk menghardik...jangan di tabur di semut karena semut akan mati.

5.      Tongkat panjang / Galah

Sebagai sarana menjangkau sarang yang tinggi ( Ukuran panjang sesuaikan dengan kebutuhan anda )

E.     Tips Mencari / Mengambil Bibit Dari Alam Sekitar
Sebelum panjang lebar mengulas tips pandai mencari dan mengambit bibit indukan kroto dari alam sekitar. Kembali saya pribadi mengingatkan.....rekan-rekan para peternak kroto agar bisa berlaku arif dan santun kepada alam sekitar. Kenapa harus demikian ? Jawabannya Karena kita hanya pinjam kepada anak dan cucu kita. Kalau kita ngawur/ sembrono memperlakukan alam kita akan merusak perputaran ekosistim.Dampaknya mungkin tidak serta merta kita rasakan saat ini.Tetapi nanti pada saatnya anak serta cucu kita yang akan menanggung hukum sebab akibat dari ulah salah bin ngawur kita.

Intinya.......Pada saat kita mengambil bibit dari alam sekitar mohon tidak di ambil keseluruhan, sisakan meski satu atau dua sarang.

Baiklah sekarang kita masuk ke Bagaimana Mencari / Mengambil Bibit Indukan kroto dari alam ?

Ada 2 macam sarang semut rangrang :
  1. Sarang Utama
  2. Sarang Turunan
Kalau di dunia nyata bisa di gambarkan ada kantor pusat dan ada kantor cabang, kantor unit dan dan seterusnya. Apa yang membedakannya ? Yang membedakannya yaitu penghuni di dalamnya. Kalau sarang utama pasti ada 4 elemen semut ( Semut Ratu, Semut Jantan,Semut Pekerja, dan Semut Prajurit )sedangkan sarang turunan kadang tidak lengkap 4 elemen.
Sarang utama dan sarang-sarang turunan tetap terjadi keterikatan dalam menjalankan aktifitas sehari harinya. Terbukti Semut Prajurit lalu lalang mengikuti rute jalan yang menghubungkan sarang utama dan sarang turunan. Sebagian membawa makanan.
Keempat elemen semut itu mempunyai tugas masing-masing. Tidak ada yang iri maupun dengki. semua berjalan dengan tugasnya masing- masing.

a.      Ratu Semut
Dalam tiap-tiap sarang/ koloni  dapat ditemukan satu atau beberapa ekor ratu semut. Ratu semut mudah dikenali karena tubuhnya lebih besar, memiliki sayap, berwarna hijau hingga coklat dengan perut besar dan menghasilkan banyak telur.

b.      Semut Jantan
Biasanya tubuhnya lebih kecil daripada ratu semut, berwarna kehitam-hitaman dan hidupnya singkat. Setelah mengawini ratu, ia mati. Hasil survey laboratorium semut jantan dapat hidup selama 1 minggu, sedangkan ratu semut dan semut pekerja dapat hidup beberapa bulan.
c.       Semut Pekerja
Semut pekerja adalah semut betina yang mandul. Mereka tinggal di dalam sarang dan merawat semut-semut muda.
d.      Semut Prajurit
Merupakan anggota yang paling banyak jumlahnya dalam koloni dan bertanggung jawab untuk semua aktivitas dalam koloninya. Mereka menjaga sarang dari serangan pengacau, mengumpulkan dan membawa makanan untuk semua anggota koloninya, serta membangun sarang.
e.       Kroto
Anak semut, calon semut

Jangan senyum....!!!! Memang demikian adanya. Andai kita bisa meniru cara hidup sosial koloni semut, saya yakin kehidupan berbangsa dan bernegara kita akan damai sejaterah. Gempah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo.. Wow.....Kapan itu terjadi kawan ? Pasti akan datang masanya. Amin...!!!!
Saran saya pada saat mencari di lanjutkan mengambil untuk kita tangkarkan di rumah, 
  1. Carilah koloni semut yang membuat sarang di pohon mahoni  atau pohon jati. kenapa di dua pohon itu ? pohon mahoni sama jati. Ini pengalaman saya sendiri. dari sekian banyak pohon yang di huni semut rangrang dua pohon ini paling banyak koloninya serta lengkap keempat elemen yang kita butuhkan untuk di tangkar di rumah.Di samping itu perkembangbiakannya lebih cepat.kadang juga sudah ada krotonya meski sedikit.
  2. Carilah sarang yang terlihat sebagian sudah kering daun yang di pakai sarang dan kelihatan serabut putih halus, kalau di pegang lengket. di pakai si semut untuk merekatkan daun sarang. ( nanti di dalamnya akan ketemu serabut putih halus juga...kita melihatnya sama, seperti serabut putih halus perekat tapi sebenarnya berbeda. ) Kegunaan serabut putih halus yang di dalam ini adalah untuk meletakkan kroto/anak semut rangrang. ( Sumber : http://republikkroto.blogspot.com/ )




1 komentar: